#43 Pembeli Percaya Produk Rekomendasi AI?

Generative AI bisa men-define dan bahkan merekomendasikan produk yang betul betul sesuai dengan kebutuhan manusia, bahkan untuk produk atau brand yang mereka ga pernah tau sebelumnya.

Publik mulai mempertanyakan independensinya, apakah ini akan seperti mesin pencari, seperti Google Ads yang bisa “dibayar” untuk menampilkan produk kita?

Halo, saya Willy Pujo Hidayat dan Anda sedang mendengarkan Commercesation Podcast – sebuah podcast tentang eCommerce.

Episode ke 43 ini kita coba dalam format baru, walaupun sebenernya baru mau saya eksekusi di episode ke-50, biar kaya milestone gitu.

Tapi sepertinya udah kejauhan, khawatir kelamaan malah udah keburu basi ya idenya.


The Birth of ChatGPT

Hari ini kita akan membahas tentang AI khususnya Generative AI atau biasa dikenal dengan ChatGPT atau Gemini, atau Perplexity dan sebagainya yang mungkin biasa temen temen pake untuk kebutuhan sehari hari.

Setelah peluncuran ChatGPT oleh OpenAI di tahun 2022, tepatnya November 2022, sudah mendapatkan 1 juta pengguna di 5 hari pertama setelah peluncuran dan dalam 2 bulan sudah mencapai 100 juta pengguna.

Ini bisa diklaim sebagai industri atau implementasi teknologi yang paling cepat sepanjang sejarah manusia.

Dari situ bola salju itu bergulung dan sekarang pengguna ChatGPT sudah di angka 800 juta pengguna aktif per november 2025 ini.

Gila.

Lahirnya chatGPT ini sama sekali merubah peta persaingan teknologi mesin pencari, dan sebagai juara bertahan (bahkan sampai dikira monopoli), Google, mulai gelisah dalam menghadapi penggerusan pengguna ini.

Dengan ChatGPT, orang bisa menghindari pencarian yang tidak relevan yang biasa muncul di hasil pencarian mesin pencari seperti Google.

Dan tentunya mereka bisa menghindari Iklan.

Google Ads

75% pendapatan Google itu dari Google ads atau iklan.

Kalau semua orang menggunakan Generative AI alih alih menggunakan search engine, ujungnya bisa berbahaya untuk Google.

Karena mungkin ga ada lagi orang yang pake Google Search → pengguna menurun → orang ga ada yang mau ngiklan lagi.

Kalau orang ga mau ngiklan lagi? ya pendapatan Google menurun.

Pertanyaannya kan, apakah keberadaan iklan itu membantu atau malah *vice versa ,*mengganggu pengguna?

Apakah orang orang menghindari iklan di hasil pencarian Google?

OK. Sampai di situ aja. saya ga mau berspekulasi, karena datanya pendapatan Google atau Alphabet Inc tetap tumbuh per tahun 2024 kemarin.

Let’s say, dengan pertumbuhan pendapatan melalui iklan itu adalah sinyal bahwa tidak ada yang salah dengan iklan produk atau layanan dari para pebisnis yang menggunakan jasa Google.

Tidak ada yang salah, namun..

Ingat, tadi Generative AI penggunanya semakin banyak dan bahkan, saat ini mereka bisa merekomendasikan produk atau layanan yang betul betul spesifik sesuai kebutuhan mereka.

Ga lagi bisa pake gimmick marketing yang mengklaim macem macem, AI akan mempelajari dan mendeterminasikan produk mana yang cocok dengan kebutuhan penggunanya.

Rekomendasi produk dari AI

Apa yang membedakan mencari produk di AI dan di search engine seperti Google?

Kalau search engine, kita yang proaktif mengetik dan mencari kata kunci yang kita inginkan, sampai muncul hasil yang mungkin sesuai dengan apa yang kita mau.

Kasarnya gini, sebagai pengguna mesin pencari, kita menggunakan “bahasa google” atau memahami algoritma mereka untuk memaksimalkan hasil pencarian.

Sedangkan ChatGPT, kita itu bertanya. Yes, bertanya.

Kita ga perlu paham kata kunci (keywords) kita ga perlu paham cara kerja mesin pencari, yang perlu kita lakukan hanyalah – bertanya. Tanya ke AI.

Kalo ga cocok, tinggal ketik – “ada yang lain ga?”. Ga perlu mikir kata kunci baru.

Dan yang lebih gilanya lagi, datanya bilang, hampir sebagian besar orang percaya dengan apa yang AI rekomendasikan, jadi mungkin *conversion ratio-*nya lebih tinggi, dari yang awalnya riset di AI sampai akhirnya memutuskan untuk membeli.

Nah orang mulai mempertanyakan independensi AI, apakah mereka dibayar untuk mempromosikan produk tertentu?

Kalau temen temen udah pernah coba cari produk di AI seperti ChatGPT atau Gemini, mereka pasti memberikan disclaimer di hasil pencarian, bahwa :

“hasil pencarian kami independen tanpa intervensi atau kerjasama dengan brand atau produk apapun”

Ya, oke kita terima claim mereka yang independen itu.

Pertanyaan lainnya muncul — Terus sebagai pemilik website toko online kita harus gimana wil?

Generative Engine Optimization

Kalau dalam Digital Marketing kita mengenal istilah SEO atau Search Engine Optimization untuk memaksimalkan website kita muncul di hasil pencarian untuk kata kunci tertentu, maka di Generative AI kita mengenal istila GEO atau Generative Engine Optimisation.

Yang satunya Search Engine, yang satunya lagi Generative Engine — Optimization. Sama sama optimisasi.

Gimana caranya?

Sebetulnya yang perlu kita lakukan adalah memahami bagaimana AI itu bekerja.

Ga perlu kompleks kompleks amat, cukup paham fundamentalnya.

Sekarang gini :

Darimana AI belajar banyak hal? tentunya dari internet, seperti Search Engine mereka juga melakukan perayapan atau crawling ke semua website yang ada di internet, termasuk website kita.

Yang perlu kita lakukan adalah mendeskripsikan produk kita atau brand kita sejelas mungkin, se-clear mungkin sampai AI bisa dengan mudah mengklasifikasi atau mendeterminasikan apa sih produk yang kita jual.

Sampai AI berpikir ga sekedar :

“Oh ini website jualan sepatu”

tapi lebih spesifik dari itu

“oh ini website jualan sepatu lari yang emang didesain untuk mereka yang kakinya agak lebar di depan yang kadang susah pas kalau pake sepatu merek A yang ada di pasaran dengan range harga xxx sampai yyy rupiah”

Kalau AI bisa tau sampai sedalam itu, atau bahkan lebih dalam lagi, mereka bisa dengan mudah merekomendasikan produk kita untuk orang yang bertanya produk terkait.

Jadi kalau ada yang nanya ke AI :

“Kaki saya suka sakit kalau pakai sepatu lari merek A, kenapa ya?”

Nah AI mungkin bisa jawab :

“Mungkin karena sepatunya ga pas dengan postur kaki kamu, kamu bisa pake produk B yang cocok untuk pelari pemula yang kakinya agak lebar di depan”

Kacau kan?

Hal itu mungkin sama sekali ga bisa Anda temui di hasil pencarian mesin pencari, ya kan?

Nah pertanyaan lainnya lagi :

“Gimana caranya itu Generative Engine Optimization?”

Sejujurnya ga ada yang tau gimana AI bekerja kecuali memang orang yang ada di dalamnya.

Kita bisa pakai logika — Kalau AI itu crawling website kita dan mempelajari sedalam dalemnya, berarti aset digital kita di internet harus semakin representatif dengan value yang sejelas-jelasnya.

Website ga bisa lagi cuma jadi landing page aja, atau online katalog, tapi deskripsi produk dan misi dari brand Anda itu harus dinyatakan—stated— di website tersebut.

Semakin lengkap dan menyeluruh informasi yang bisa dipelajari oleh AI sebagai bahan datanya, maka akan semakin mudah bagi dia untuk merekomendasikan produk Anda.

Jadi..

Ya, tunggu apalagi?

Segera rapikan aset digital Anda, baik itu website bahkan social media supaya AI bisa mempelajari produk Anda, dan merekomendasikannya ke pengguna.

Kalau bisa dapat pembelian tanpa iklan, kan? kenapa enggak.

Terima kasih,

Sampai jumpa di episode selanjutnya.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Scroll to Top