#46 eCommerce Ga Asal Website

Bisnis online mungkin termasuk salah satu bisnis yang temponya sangat cepat, kalau kita missed satu hari aja, mungkin hasilnya akan berbeda.

Internet ini merupakan media yang demokratis, jadi semua mungkin bisa melakukan apa yang orang lain lakukan, bahkan mungkin dengan lebih baik.

Apalagi di era AI seperti ini, membuat website yang unik udah bukan hal yang sulit lagi untuk diduplikasi, tidak hanya prosesnya yg mudah, cepat tapi juga mungkin lebih murah.

“Berarti kita bisa wil, bikin GOJEK-GOJEK yang lain?”

Berarti bisa dong kita bikin Tokopedia yang lain?

Jawabannya ya bisa aja, tapi kenapa ga ada GOJEK baru atau TOKOPEDIA baru?

Halo, saya Willy Pujo Hidayat dan Anda sedang mendengarkan Commercesation Podcast, sebuah podcast tentang eCommerce.


Ada yang pernah coba AI sampai dalem banget ga sih?

Apalagi yang mungkin orang UI atau UX?

Saya inget banget dulu waktu awal awal implementasi AI, AI itu bisa kita suruh buat membuat website bahkan lengkap dengan halaman login dan dashboard member.

Menurut saya udah cukup gila.

Belakangan saya lihat malah lebih gila lagi, ada AI (kalo ga salah OpenClaw CMIIW) yang bahkan bisa bikin aplikasi atau website dengan sangat lengkap.

Kita bahkan bisa suruh dia untuk membuat duplikasi dari Spotify misalnya.

Dan itu beneran dibikinin, gila banget, sampe ke lagu lagunya juga bisa masuk itu.

Duplikasi menjadi semakin mudah, ga perlu lagi menguasai bahasa pemrograman, semuanya bahkan tinggal nyuruh nyuruh AI (udah kaya Santo Suruh 😀).

Apalagi sekedar website ecommerce?

eCommerce Website

Di jaman udah segila ini, dalam artian duplikasi website berkat AI yang udah gila banget, maka meniru membuat website yang sama ini bukan lagi sebuah hambatan.

“Bikin website gitu doang mah kayanya gampang”

Tinggal kasih linknya ke AI atau Openclaw tadi, langsung dia generate code-nya, kita kasih hosting atau server, udah beres dah, langsung launch.

Atau kalau masih mau ada effort dikit, temen temen bisa pake Shopify atau Woocommerce, template tinggal pilih, tinggal tempel, beres.

Bener bener gampang banget, saya bisa bilang bahkan ga sampe 1 hari, bisa jadi itu website eCommerce yang mirip dengan apa yang kita inginkan.

“Saya mau buat website kaya Sociolla, atau website eCommerce B2B kaya Ralali”

Gampang.

Tinggal klak-klik-klak-klik beres.

Kalau semua website bagus bisa diduplikasi, berarti desain atau tampilan bukan lagi keunggulan.

Kalau semua orang bisa bikin fitur yang sama, berarti fitur bukan keunggulan, ya kan?

Terus gimana? apa yang membuatnya unik?

Operasional

Sebetulnya inti dari berbisnis online, dalam hal ini toko online, itu bukan seberapa mudah kita menduplikasi website orang.

Tapi tentang bagaimana sistem di dalamnya berjalan.

Kita bisa dengan mudah menduplikasi, misalnya Jakmall gitu, yang fokus jual elektronik.

Gampang, bisa aja.

Cuma ada layer lain yang mungkin ga keliatan oleh orang orang yang ga pernah terjun di bisnis ini sebelumnya.

Dalam berbisnis kita punya sistem atau prosedur operasional atau alur bisnis.

  • Tentang bagaimana cara meng-handle chat customer.
  • Bagaimana menjawab chat yang produknya ternyata habis.
  • Bagaimana cara menangani pesanan masuk.
  • Melakukan pengepakan yang baik.
  • Memastikan kesesuaian pesanan dengan barang yang mau kita kirim
  • dsb

Ada banyak layer yang mungkin bisa dibilang, nyaris tidak bisa diduplikasi oleh pebisnis lain.

Jadi berbisnis, apalagi berbisnis online seperti eCommerce ini, tidak hanya sekedar membuat website aja.

Positioning

Sebagaimana bisnis pada umumnya, berbisnis toko online itu ya tetap mengenal positioning.

Positioning itu adalah tentang bagaimana toko online kita mau diingat oleh pelanggan kita.

Bahasa marketing-nya itu :

Value apa sih yang mau kita highlight dari toko online kita.

Kalau sekedar duplikasi website mah enteng, apalagi bikin website rame, bisa diatur itu mah.

Tinggal kuat kuatan iklan aja, ya kan?

Masalahnya ada di Value Apa yang Mau di-Highlight dari toko online kita.

Gampangnya gini deh, biar kebayang, pake contoh yang besar sekali.

Orang orang sekarang mungkin ga beli barang printilan di BLIBLI?

Enggak kan? kemana mereka kalo beli?

TikTok Shop atau Shopee?

Terus ke BLIBLI beli apa?

Barang elektronik, kaya iPhone, Laptop, dsb.

Anda berkenan gitu beli iPhone di Shopee?

Mungkin bisa saya pastikan, temen temen akan kurang berkenan. ya kan?

Nah itu lah positioning.

BLIBLI sama Shopee sama Tokopedia atau TikTok Shop sama sama marketplace, miriipp semuanya, terus bedanya apa?

Orang beli High Ticket product di BLIBLI, beli barang lucu lucu di Shopee, beli perlengkapan fashion di Lazada, beli kebutuhan lain di Tokopedia. Ya kan?

Jadi ga asal “Ah gampang bikin toko online mah”, ya emang gampang.

Tapi apakah kita bisa membuat market memposisikan toko online kita sesuai dengan apa yang kita inginkan?

Itu kan PR-nya.

Kalau masalah traffic mah bisa diatur, tapi kalau eksekusinya buruk, ga jelas mau memunculkan value apa, ya traffic itu ga akan converted, funnel-nya akan nyangkut di atas.

Jeblok banget performanya.

Tahapannya

Jadi kalau teman teman berpikir, ah bikin toko online sendiri aja lah kaya si doi. Gampang kayanya, tinggal diini-iniin aja.

Ga begitu, ya.

Ada proses di dalamnya juga, atau saya bilang sebelumnya, ada layer yang juga perlu disiapkan di belakangnya seperti tadi :

  • Cara handling chat customer.
  • Cara handling pesanan.
  • dsb

Tentukan value-nya.

Value itu ga melulu tentang harga yang lebih murah ya.

Value itu misalnya temen temen mau buka toko online yang Niche, misalnya tentang Men’s care, atau Woman Sport. itu bisa banget.

Jadi niche, dan akhirnya toko online temen temen dikenal sebagai penjual Men’s care yang lengkap dan konsultatif, serta pengiriman yang cepat, dsb.

Jadi konsepnya dulu, mau diapain ini, mau dibawa kemana.

Bahkan kalau lebih detail lagi tentang supply-nya juga, misalnya :

  • Mau ambil produk dari manufaktur mana.
  • Apakah perlu impor dan stok.
  • Apakah perlu sewa gudang.
  • Atau cukup dropship aja.
  • dsb

Jadi ada banyak sekali hal yang disiapkan dalam membuat bisnis eCommerce.

Ga sekedar asal bikin website ecommerce aja.

Jadi..

Kalau biasanya saya encourage atau dorong orang untuk buat toko online sendiri, sekarang agak beda.

Saya mau “menyenggol” orang orang yang melihat bisnis eCommerce ini sebagai bisnis yang asal bikin toko online aja.

“Ah gampang itu mah, bisa bikin websitenya.”

Padahal mungkin dia ga tau ada banyak sekali hal yang ga bisa dia lihat atau ga bisa dia tiru.

Seperti Teori Gunung Es, di atas permukaannya cuma website doang, di bawah permukaan lautnya ada banyak sekali hal.

Termasuk juga tentang trial error yang tentunya itu mahal banget dan hampir ga mungkin diduplikasi.

Bisa sih. kalau tim atau orang kepercayaan Anda pindah ke perusahaan kompetitor.

Jadi kalau temen temen ngeliat website yang sederhana, produknya gampang tapi udah stabil selama bertahun tahun, jangan dianggap remeh websitenya.

OK. itu aja episode kali ini.

Terima kasih sudah berkenan mengikuti podcast ini.

Jangan lupa untuk bagikan episode ini sekiranya menurut teman teman bermanfaat.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Scroll to Top