Beberapa waktu lalu kita membahas tentang Biaya Potongan e-commerce yang makin ‘ga ngotak’, dan beberapa hari kemarin (entah kebetulan atau bukan) keluhan kita seperti dijawab.
Muncul berita yang kutipannya begini :
“Selama ini biaya platform dinilai lebih banyak menguntungkan usaha besar. Ke depan, akan ada pengaturan potongan biaya khusus bagi usaha mikro dan kecil (UMK) dan produk dalam negeri”
Halo, saya Willy Pujo Hidayat, dan Anda sedang mendengarkan Bonus Episode dari Commercesation, sebuah podcast tentang eCommerce.
…
Baru beberapa minggu lalu kami publish episode yang membahas tentang potongan online marketplace yang mungkin bisa pakai istilah ‘Ga Ngotak’.
Kenapa?
Karena potongannya yang mungkin besarannya cukup tinggi, sehingga menghabiskan sebagian besar margin : ada yang bahkan sampai lebih dari 20%.
Kalau rata rata margin produk itu di 30%, dipotong 20% itu berarti yang kita pegang tinggal 10%, itu belum dipotong biaya packing, internet, operasional, dsb.
Jadi wajar mungkin kalau beberapa penjual online menggunakan bahasa ‘Ga Ngotak’, karena memang .. ya.. ga ngotak.
Entah kebetulan atau podcast ini didengar oleh pemerintah (pede banget ya), akhirnya pemerintah punya rencana untuk melakukan regulasi.
Regulasi terkait potongan biaya admin lokapasar daring atau online marketplace yang kayanya mulai dibuat aturannya.
Dikutip dari halaman website Tempo :
Deputi Usaha Kecil Kementerian UMKM Temmy Satya Permana menjelaskan hingga saat ini belum ada pengaturan resmi mengenai biaya admin maupun komisi yang diterapkan oleh platform digital, baik di Kementerian Perdagangan maupun Kementerian Komunikasi dan Digital.
“Selama ini biaya platform dinilai lebih banyak menguntungkan usaha besar. Ke depan, akan ada pengaturan potongan biaya khusus bagi usaha mikro dan kecil (UMK) dan produk dalam negeri,” ujar Temmy dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Selasa, 20 Januari 2026,
Gila ya? suara kita kedengeran sampe atas — Enggak lah, suara teman teman pegiat bisnis online-lah yang terdengar sampai ke atas sampai akhirnya disiapkan regulasinya.
“Lah gimana sih wil, kata lu kemaren di episode sebelumnya, angka 20% itu wajar?!”
Kalau didengerin lagi, memang saya bilang cukup wajar kalau kita bandingkan dengan marketplace lain dari luar seperti Amazon, Coupang, dsb.
Yang saya tekankan di episode sebelumnya itu adalah— 20% itu jadi acquisition cost yang mungkin bisa kita tekan dengan modifikasi di beberapa variabel.
Kalau kita sepenuhnya bergantung pada mereka dengan traffic yang besar dan basis customer yang kuat, ya mau ga mau kita ambil deh tuh 20% atau bahkan lebih, kan?
Nah gunanya regulasi ini, ini mah kata saya, atau kata Komika—Bang Pandji yaitu menurut keyakinan saya, digunakan untuk menetapkan limit, kalau misalnya di 20%, yaudah mentok sampe di situ aja, jangan diakal-akalin lagi.
Sebelum buat regulasi atau merevisi undang-undang, kemungkinan besar pemerintah beserta DPR mungkin akan berdiskusi dengan pemilik platform untuk menetapkan besarannya.
Nah ini momen krusial, kalau alasan 20% dari pemilik platform itu reasonable dan bisa diterima, maka keinginan turun oleh para pedagang online bisa jadi cuma mimpi aja.
Atau kalau platform (yang masih berusaha untung ini) tetap bersikeras di 20%, sedangkan pemerintah menginginkan di bawah itu, maka jalan tengahnya mungkin subsidi ke platform, atau insentif ke penjual.
Biar win-win. Ya kan?
Kalau misalnya pemerintah maunya :
“Ah udah saya mau revisi supaya ga ketinggian, pokoknya cukup di 10% admin fee-nya”
Terus platform bilangnya :
“Ga bisa gitu pak, 20% aja kita udah engap, kan mereka juga dapet traffic, dsb, kalo ga segitu, kami ga bakal untung pak, malah kolaps nanti repot lagi pemerintah”
Ya gitu aja udah muter muter kan?
Sepertinya mereka akan berdiskusi mengenai besarannya, besaran biaya admin fee-nya, supaya ga kebablasan dan UMKM terlindungi dari praktik praktik yang mungkin menguntungkan salah satu pihak saja.
Tapi yang pasti, turun tangannya pemerintah terhadap permasalahan ini perlu diapresiasi: Ingin melindungi pedagang kecil supaya menciptakan rasa keadilan itu keren sih.
Tinggal eksekusinya yang bagaimana ini yang mungkin perlu dimonitor.
Kalau saya secara pribadi tetap pada premis saya di awal yang sudah bertahun-tahun saya pegang, berpuluh-puluh episode saya sampaikan kalau— temen temen bisa mulai paralel menggunakan eCommerce enabler, jadi Acquisition Cost tadi bisa kita atur sesuai dengan kemampuan kita.
OK. itu aja bonus episode hari ini.
Sejak pake video, baru kali ini ada bonus episode, dan bonus episode memang tidak sepanjang episode biasa.
Semoga bermanfaat.
Sampai jumpa di episode selanjutnya.
